Bupati Solok H. Gusmal Terima Penghargaan UNESCO

By admin 10 Apr 2017, 08:42:07 WIB Lingkungan
Bupati Solok H. Gusmal Terima Penghargaan UNESCO

Keterangan Gambar : Terima penghargaan UNESCO


AROSUKA (Minangsatu) -Dinilai sebagai Kepala Daerah peduli dan mendorong kemajuan ekonomi,  sosial kemasyarakatan dengan pola pembangunan berkelanjutan, organisasi dunia dibawah naungan PBB, UNESCO ( United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization ) mengapresiasi sekaligus memberikan penghargaan pada Bupati Solok, H. Gusmal.

Penghargaan bertuliskan "Certificate Of Appreciation Mr Gusmal" yang ditanda tangani Direktur Kepala UNESCO Perwakilan Jakarta, Mr Shahbaz Khan itu, diserahkan perwakilan UNESCO, Dr Irakli Khodeli kepada Bupati Solok, Gusmal didampingi Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin di Conventions Hall, Alahanpanjang, Rabu (1/2).

Penyerahan anugerah Internasional ini juga disaksikan Direktur Pusat Alih Teknologi dan Pengembangan Kawasan Pertanian (PAT-PKP) Alahan Panjang, Prof Helmi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Yandra, Kepala Barenlitbang, Dusral, Plt Kepala Dinas Satpol PP-Damkar, Silva Bahril, dan puluhan PNS dilingkup Pemkab Solok.

Baca Lainnya :

Selaku inisiator, Helmi menerangkan, UNESCO merupakan lembaga PBB yang mendorong penuh Negara-negara anggotanya untuk mempromosikan kemajuan di bidang sosial, ekonomi, kebudayaan dan pendidikan. Sehingga, lahirlah kegiatan-kegiatan yang sifatnya inovatif. Baik dari segi pertanian, pariwisata, pendidikan yang muaranya kelak meningkatkan derajat perekomian masyarakat.

Kegiatan yang dibiaya UNESCO itu sendiri berbentuk kerjasama riset aplikatif untuk melahirkan kebijakan-kebijakan inovatif dengan mengintegritasikan peningkatan kehidupan masyarakat dan rehabilitasi lingkungan. "Kemajuan zaman menuntut peningkatan di semua sektor kehidupan dan itu harus terjadi. Tapi, dengan cara tidak merusak sumber daya alam," terang akademisi Pertanian Unand itu.

Pihak UNESCO, ulas dia,  tertarik dengan potensi di kawasan Alahan Panjang sebagai sentra hortikultura Sumbar yang membutuhkan banyak pupuk. Selama ini, pupuk kompos di impor dari Daerah lain. Padahal, di Alahan Panjang juga terdapat potensi peternakan. "Kalau potensi ini dimanfaatkan, semuanya mendatangkan uang untuk masyarakat. Mulai dari ternak sapi, kotoran sapi, hingga sayur itu sendiri," terang Helmi.

Program UNESCO ini sendiri lanjut Helmi, di Indonesia hanya tiga Provinsi yang akan dijadikan lokasi riset. Pertama di Sumbar dengan objek Kabupaten Solok. Kemudian di Bantul, Yogyakarta dan Lombok Barat, Provinsi NTB.

Dalam hal ini, Pemkab Solok dibawah Kepemimpinan Bupati Gusmal dan Wabup Yulfadri dianggap sangat mendukung seluruh upaya dan gerakan kemajuan ekonomi kemasyarakatan. "Ini membuat UNESCO memilih Kabupaten Solok dan memberikan penghargaan pada Bupati Gusmal," katanya lagi.

Mendapat respon dan apresiasi dari UNESCO ini, Bupati Gusmal mengaku takjub. Dia menilai, apa yang dilakukannya selama ini sebagai Pemimpin Daerah penghasil holtikultura ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak."Penghargaan ini seperti cambuk bagi kami, agar lebih memberikan ruang kemajuan untuk kehidupan masyarakat," terang Gusmal.

Disebutkan, visi pembangunan lima tahun kedepan yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Solok Tahun 2016-2021 sesuai dengan Perda Kabupaten Solok nomor 4 Tahun 2016, yaitu“Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Solok yang Maju dan Mandiri Menuju Kehidupan Masyarakat Madani dalam Nuansa Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah”.  Salah satu misi pembangunannya adalah “Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pembudayaan hidup bersih dan lingkungan sehat” dengan tujuan Mewujudkan lingkungan hidup yang lestari. 

Dari tujuan pembangunan tersebut, papar Gusmal, Pemkab Solok sangat komit terhadap isu perubahan iklim yang sangat mempengaruhi pembangunan berkelanjutan di semua sektor.

Sehubungan dengan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengatasi masalah sosial yang ditimbulkan akibat perubahan iklim, maka Pemkab Solok sangat bangga telah dijadikan sebagai salah satu lokasi field visit dari peserta MOST School on Sustainability Science in the framework UNESCO Project ini.

Sebagai informasi, Kabupaten Solok mempunyai arah kebijakan dalam pembangunan khususnya terkait dengan pengendalian terhadap dampak perubahan iklim, diantaranya Meningkatkan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, Mengurangi kerusakan kawasan hutan, Mengurangi lahan kritis dan Mellindungi kawasan hutan serta Memberdayakan KPHL. " Sedangkan untuk program dan kegiatan yang dilaksanakan salah satunya adalah Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu seperti yang ada di Pusat Alih Teknologi (PAT) ini" Jelasnya. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment