Pembukaan hutan di hulu pemicu banjir Solok

By admin 10 Apr 2017, 08:43:30 WIBLingkungan

Pembukaan hutan di hulu pemicu banjir Solok

Keterangan Gambar : Warga menggunakan ban menuju ke rumah yang terendam banjir di Nagari Selayo, Kec.Kubung, Kab.Solok, Sumatera Barat, Kamis (5/1/2017). Ratusan rumah di Nagari Selayo dan Koto Baru di kecamatan itu terendam banjir akibat luapan sungai Batang Lembang, menyusul hujan selama dua hari. (ANTARA /Iggoy el Fitra)


Padang (ANTARA News) - Peneliti lingkungan hidup dari Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat, Dr Ardinis Arbain menyatakan bahwa pembukaan hutan di hulu sungai dan tingginya curah hujan menjadi pemicu terjadinya banjir di Kabupaten dan Kota Solok.

"Meski kedua daerah dataran tinggi, namun bila tidak adanya tanaman atau daerah tangkapan air di hulu, banjir potensial terjadi terlebih curah hujan cukup tinggi," katanya, di Padang, Kamis.

Menurutnya, konservasi lahan di daerah tinggi "dari hutan menjadi perkebunan" telah menyebabkan hilangnya daerah tangkapan air.

"Bila kaitannya dengan banjir di Solok ada kemungkinan di hulu Sungai Batang Gawan atau Batang Lembang tersebut minim pepohonan untuk menahan air," tambahnya.

Dengan intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir, tidak terelakkan banjir hingga satu meter lebih akan terjadi.

Dia mencontohkan banjir bandang yang menimpa Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu dikarenakan bergantinya fungsi hutan sebagai pelindung menjadi area perumahan.

Hal ini juga terjadi di Sumbar atau Kabupaten Solok tersebut, banyaknya perkebunan dan perumahan yang mengambil alih fungsi hutan lindung menjadikan air dengan mudahnya mengalir tanpa bisa ditahan.

Terlebih bila dilihat drainase atau saluran air juga semakin sulit ditemukan di beberapa daerah.

"Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah, swasta dan masyarakat sendiri sebelum melakukan konversi lahan," ujarnya.

Misalnya dalam menganalisis dan menghitung keuntungan dan kerugiannya dalam konversi lahan tersebut.

Banjir melanda Kota Solok dan Kabupaten Solok pada Kamis pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumbar mencatat terdapat empat daerah yang terdampak banjir di Kota Solok yakni Koto Panjang, Kampai Tabu Karambia, Tanah Garam dan XI Korong dengan ketinggian air hingga 75 sentimeter.

Saat ini ada telah diungsikan 12 kepala keluarga dan 6 KK lainnya dievakuasi.

"Sedangkan di Kabupaten Solok terjadi di Kecamatan Kubung Nagari Selayo dengan ketinggian satu meter," kata perwakilan BPBD Sumbar Pagar Negara.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 7 Komentar untuk Berita Ini

  1. bacaan takbiran 13 Jun 2018, 00:13:16 WIB

    Peneliti lingkungan hidup dari Kampus Andalas Padang, Sumatera Barat, Dr Ardinis Arbain menyebutkan kalau pembukaan rimba di hulu sungai serta tingginya curah hujan jadi penyebab terjadinya banjir di Kabupaten serta Kota Solok.

    doa ziarah kubur singkat 13 Jun 2018, 00:19:14 WIB

    Dengan intensitas curah hujan yang tinggi dalam sekian waktu paling akhir, tidak terelakkan banjir sampai satu mtr. lebih juga akan berlangsung.

    ciri ciri malam lailatul qadar 13 Jun 2018, 00:23:16 WIB

    Terutama apabila diliat drainase atau saluran air juga makin susah diketemukan di banyak daerah.

    streaming inter 21 Jul 2018, 15:31:27 WIB

    Dinilai menjadi Kepala Daerah perduli serta menggerakkan perkembangan ekonomi, sosial kemasyarakatan dengan alur pembangunan berkepanjangan, organisasi dunia di bawah naungan PBB, UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) mengapresiasi sekaligus juga memberi penghargaan pada Bupati Solok, H. Gusmal.

    Nama Bayi Laki Laki Modern 14 Agu 2018, 11:54:18 WIB

    bencana alam bisa di sebabkan oleh ulah manusia itu sendiri

    Arti Syafakillah 14 Agu 2018, 11:55:26 WIB

    kasihan para warga disana. Mari kita sama-sama menjaga alam agar bisa terus bersahabat dengan kita

    Tv Online 14 Sep 2018, 21:32:21 WIB

    jadi itu penyebabnyha

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Berita Foto

LINK INSTANSI